Oleh: Ilham Fauji Munthe, S.E.,M.E.
(Ketua Umum HIMMAH Kota Medan Periode 2018-2020)
Di tengah dinamika politik nasional yang kerap dipenuhi oleh hiruk pikuk pencitraan dan manuver populisme, nama Sufmi Dasco Ahmad hadir sebagai representasi dari gaya kepemimpinan yang strategis, tenang, dan penuh perhitungan. Sosoknya memang tidak selalu berada di garda depan media, namun di ruang-ruang penting pengambilan keputusan, suara dan langkahnya sangat menentukan arah. Bagi generasi muda yang sedang mencari figur teladan dalam dunia politik, Dasco adalah contoh bahwa kepemimpinan tidak harus selalu gaduh, tapi harus tenang, cerdas dan terstruktur.
Sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Periode 2024–2029 dan Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Dasco tidak hanya menjalankan tugas-tugas formal di parlemen, tetapi juga aktif dalam membina kader-kader muda partai dan terlibat dalam perumusan strategi politik nasional. Di dalam dan di luar parlemen, ia dikenal sebagai figur yang mengedepankan etika, rasionalitas, dan kesinambungan dalam berpolitik. Ia tidak membangun karier melalui sensasi, melainkan melalui kerja nyata, ketekunan, dan reputasi yang konsisten.
Dia memegang posisi strategis baik di partai maupun di lembaga legislatif. Ia menunjukkan bahwa politik tidak harus identik dengan polarisasi. Di tengah situasi politik yang sering terbelah antara kutub-kutub ekstrem, ia hadir sebagai figur jembatan yang mampu merajut komunikasi antara kekuatan-kekuatan politik yang berbeda. Dalam berbagai isu krusial di DPR, Dasco dikenal sebagai tokoh yang mengedepankan musyawarah dan mencari jalan tengah, bukan menambah api dalam bara konflik. Ini merupakan nilai penting yang patut diteladani oleh anak-anak muda yang ingin berkiprah dalam ruang publik, yakni menjadi solutif, bukan justru memperkeruh persoalan.
Salah satu aspek penting dari kepemimpinan Dasco adalah kemampuannya dalam membangun sistem dan pembinaan kaderisasi politik. Di lingkungan Partai Gerindra, ia kerap menjadi pembina dalam berbagai pelatihan politik untuk kader muda. Ia memahami bahwa regenerasi adalah kunci keberlanjutan partai dan negara. Oleh karena itu, ia menempatkan pendidikan politik sebagai prioritas, bukan hanya untuk memperkuat barisan partai, tetapi juga untuk menciptakan generasi muda yang kritis dan berintegritas.
Sikapnya yang rendah hati dan tidak reaktif terhadap provokasi politik juga menjadi pelajaran penting bagi anak muda hari ini yang hidup di era media sosial. Ketika banyak politisi berlomba-lomba menciptakan kontroversi demi eksistensi, Dasco justru memperlihatkan bahwa kebijaksanaan dalam menyampaikan pendapat dan ketenangan dalam bertindak adalah bentuk kekuatan sejati dalam politik. Hal ini penting karena generasi muda saat ini hidup dalam iklim yang serba cepat, namun kerap mengabaikan kedalaman berpikir.
Dasco juga dikenal sebagai politisi yang luwes menjalin komunikasi yang baik lintas partai dan cekatan mengambil terobosan. “Pak Dasco itu sosok yang sangat low profile, sedikit bicara tapi banyak bekerja,” ucap Jubir Gerinda Habiburokhman.
Dasco juga merupakan contoh nyata bagaimana loyalitas terhadap organisasi dan prinsip tidak menghalangi kemampuan beradaptasi dengan perubahan zaman. Sejak ikut mendirikan Partai Gerindra, ia konsisten membangun dan mengawal partai hingga menjadi kekuatan politik besar di Indonesia. Namun, di sisi lain, ia juga membuka ruang adaptasi terhadap dinamika baru, termasuk dalam menghadapi tantangan digitalisasi politik, komunikasi publik, dan isu-isu strategis nasional yang terus berkembang. Ia membuktikan bahwa konsistensi bukan berarti kaku, dan fleksibilitas bukan berarti kehilangan prinsip.
Perjalanan karier Dasco dibangun dengan pondasi pendidikan yang kokoh. Ia menyelesaikan studi sarjana hukum di Universitas Pancasila, melanjutkan pascasarjana di Universitas Islam Jakarta, dan meraih gelar doktor (S3) di bidang hukum dari kota kelahirannya, Bandung. Pendidikan hukum yang mendalam ini menjadi bekal utama dalam mengarungi medan politik yang kompleks dan penuh tantangan.
Salah satu kekuatan utama Dasco adalah kemampuannya membangun komunikasi politik lintas partai. Dalam proses pembahasan berbagai Rancangan Undang-Undang (RUU) di DPR, ia memainkan peran kunci sebagai negosiator dan pemersatu di tengah kepentingan delapan fraksi partai yang berbeda-beda. Di sinilah julukan “mastermind” atau arsitek politik nasional disematkan kepadanya. Ia bukan sekadar pengatur strategi partai, tapi juga penentu arah kompromi politik yang menjaga stabilitas pemerintahan dan ketenangan sosial.
Dalam dunia politik, Dasco dikenal sebagai salah satu pendiri Partai Gerindra dan menjadi sosok kepercayaan Presiden Prabowo Subianto. Loyalitas dan kepemimpinan strategisnya membuatnya dipercaya menjadi Ketua Harian DPP Partai Gerindra, posisi kunci dalam pengelolaan partai, sekaligus sebagai jembatan koordinasi antar faksi politik di DPR. Sejak 2019, ia menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI, dan dipastikan melanjutkan perannya hingga periode 2029. Di posisi ini, ia berperan sebagai penyeimbang antara eksekutif, legislatif, dan kepentingan publik secara luas.
Bagi generasi muda Indonesia yang mulai menunjukkan ketertarikan terhadap isu-isu politik dan kenegaraan, kehadiran tokoh seperti Dasco seharusnya membuka ruang baru dalam memandang politik secara positif. Politik tidak harus kotor. Politik bisa menjadi ruang pengabdian, tempat untuk menyusun strategi membangun bangsa, dan sarana perjuangan nilai-nilai luhur. Dasco menjadi bukti bahwa di tengah kerasnya dunia politik, masih ada ruang bagi integritas, ketenangan, dan kecerdasan.
Lebih jauh, Dasco menjadi representasi bahwa politik adalah proses panjang, bukan lompatan instan. Ia tidak tiba-tiba muncul sebagai pejabat tinggi negara. Kariernya dibangun dari bawah, melalui perjuangan organisasi, jaringan intelektual, dan kerja politik yang terukur. Ini adalah pesan penting bagi generasi muda yang hidup dalam budaya instan, bahwa kredibilitas tidak bisa dibangun dalam semalam. Diperlukan waktu, proses, dan dedikasi yang berkelanjutan.
Di era yang dipenuhi dengan krisis kepercayaan terhadap elite politik, figur seperti Dasco menjadi penyegar. Ia menjadi contoh bahwa politisi bisa tetap membumi, tetap rasional, dan tetap strategis tanpa kehilangan arah. Ini yang membuatnya menjadi sosok relevan untuk dijadikan inspirasi bagi pemuda yang ingin masuk ke dunia politik tanpa harus mengorbankan nilai dan idealisme.
Akhirnya, jika generasi muda ingin menatap masa depan politik Indonesia dengan lebih optimis, maka kita perlu belajar dari tokoh-tokoh seperti Sufmi Dasco Ahmad. Dari ketekunan, keteguhan prinsip, ketenagan, hingga kecakapannya membangun sistem, semua itu adalah pelajaran penting bahwa menjadi pemimpin strategis adalah pilihan sadar yang ditempuh melalui proses panjang dan penuh tanggung jawab.