Medan|delidaily.net – Menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kyai Tarmizi, Ketua PW Forum Ulama dan Aktivis Islam (FORMULA) Sumatera Utara, menyampaikan refleksi mendalam tentang hakikat kemerdekaan. Dalam pernyataannya, Kyai Tarmizi menegaskan bahwa kemerdekaan harus dimaknai sebagai anugerah yang diisi dengan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang tanggal 17 Agustus, tetapi tentang bagaimana kita mengisinya dengan kebaikan, keadilan, dan persatuan,” tegas Kyai Tarmizi. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai luhur perjuangan bangsa, seperti persatuan, keadilan, dan kemanusiaan, harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Jaga Persatuan, Wujudkan Keadilan Sosial
Kyai Tarmizi menekankan bahwa tantangan bangsa pascakemerdekaan justru lebih kompleks. “Kita harus waspada terhadap ancaman perpecahan dan ketidakadilan. Kemerdekaan sejati adalah ketika seluruh rakyat merasakan keadilan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Islam, untuk aktif berkontribusi membangun negeri. *”Mari jadikan momentum HUT RI ke-80 sebagai momen introspeksi dan penguatan peran kita bagi kemajuan Indonesia,”* pesannya.
FORMULA Sumut Siap Berperan Jaga Kedaulatan NKRI
Sebagai organisasi yang berkomitmen pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan, FORMULA Sumatera Utara menyatakan kesiapan untuk turut menjaga kedaulatan NKRI. *”Kami akan terus mendorong peran aktif ulama dan masyarakat dalam mengawal nilai-nilai konstitusi, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945,”* tegas Kyai Tarmizi.
Refleksi ini diharapkan mampu menginspirasi masyarakat untuk tidak hanya merayakan kemerdekaan secara seremonial, tetapi juga mengisi kemerdekaan dengan karya nyata. “Kemerdekaan adalah amanah. Mari kita jaga bersama agar bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya.