delidaily.net – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menegaskan tanggung jawab negara dalam melindungi rakyat dari bencana alam, khususnya banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir 2025. Ia menekankan perlunya gotong royong lintas lapisan masyarakat untuk memperkuat kebangkitan bangsa pascabencana.
“Hari ini, kesinambungan gotong royong kita lanjutkan dengan pendekatan yang lebih manusiawi, partisipatif, dan berkeadilan. Negara bertanggung jawab melindungi rakyat, terutama kelompok paling rentan agar mampu bangkit secara bermartabat dari setiap musibah,” ujar Nusron Wahid dalam acara Pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025-2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (7/2/2026).
Nusron, yang baru dikukuhkan sebagai Ketua Bidang Penanggulangan Bencana MUI, menyatakan pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen melalui peningkatan kesiapsiagaan dan prioritas keselamatan rakyat. Salah satu langkah konkret adalah pencabutan izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar aturan pemanfaatan hutan dan memperparah banjir serta longsor di ketiga provinsi tersebut.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden. Namun, pencabutan izin saja tidak cukup, harus ditindaklanjuti dengan tindakan hukum karena merusak lingkungan merupakan kejahatan luar biasa yang akan dihukum berat di dunia maupun akhirat,” tegas Nusron.
Bencana yang dimulai sejak akhir November 2025 telah menimbulkan dampak berat, dengan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 1.200 korban meninggal dunia, ratusan hilang, dan ratusan ribu pengungsi hingga awal Februari 2026.
Dalam kesempatan yang sama, Nusron menyampaikan bahwa MUI turut berkontribusi dengan menyalurkan bantuan rehabilitasi untuk tiga masjid di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dana donasi juga dialokasikan untuk rehabilitasi 500 rumah bagi guru mengaji dan marbot di wilayah terdampak.
“Semua ini dilakukan agar Majelis Ulama dan ormas Islam senantiasa memberikan manfaat nyata kepada umat manusia. Insyaallah, bangsa Indonesia akan kuat. Tanggung jawab mengatasi bencana bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab kita semua, termasuk para tokoh agama,” pungkasnya.
Acara “Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa” serta Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus MUI 2025-2030 dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden ke-10 RI Jusuf Kalla, para menteri dan kepala lembaga Kabinet Merah Putih, serta sekitar 58 ribu jemaah dari perwakilan MUI, pondok pesantren, dan majelis taklim se-Jabodetabek.
