Medan|delidaily.net – Gelombang protes besar dipastikan akan menyambangi Mapolrestabes Medan pada Jumat, 27 Februari 2026 mendatang. Aliansi Cipayung Plus Kota Medan yang terdiri dari KAMMI, PMII, PMKRI, HIMMAH, IMM, dan GMNI, secara resmi menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menuntut pencopotan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak.
Aksi ini merupakan respons atas rentetan peristiwa yang dinilai mencederai rasa keadilan dan supremasi hukum di wilayah hukum Kota Medan. Dalam keterangan pers pada Rabu (25/02/2026), aliansi mahasiswa ini menyoroti tindakan represif personel kepolisian terhadap kader HIMMAH saat berunjuk rasa pada 9 Februari lalu sebagai pemicu utama.
“Kami mengutuk keras represivitas oknum petugas. Ini adalah pelanggaran hak konstitusional. Selain itu, kami juga menuntut reformasi kultural di tubuh Polri menyusul tragedi kekerasan di Maluku Tenggara yang menewaskan seorang pelajar,” tegas Muhammad Amin Siregar, Ketua PD KAMMI Kota Medan.
Tak hanya soal represivitas, Cipayung Plus Medan membeberkan sejumlah “raport merah” kepemimpinan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak. Mereka menilai penegakan hukum terhadap narkoba dan judi online di kawasan Jermal 15 hanya bersifat pencitraan tanpa menyentuh bandar besar.
Sorotan tajam juga diarahkan pada pelepasan Kepala Dinas Labura berinisial ED melalui mekanisme restorative justice (RJ) dalam kasus dugaan penipuan proyek fiktif senilai Rp600 juta. Mahasiswa mempertanyakan legitimasi RJ dalam kasus yang berpotensi mengandung unsur korupsi dan penyalahgunaan jabatan publik tersebut.
Masalah lain yang diangkat meliputi:
- Kasus Penganiayaan: Lambannya penanganan kasus pembacokan Guswanda Anggi dan dugaan penganiayaan wartawan di Patumbak.
- Dugaan Kriminalisasi: Penetapan tersangka terhadap korban pencurian (PPS dan LS) serta adanya isu pungutan fasilitas ruang tahanan.
- Praktik Percaloan: Menjamurnya sistem percaloan pengurusan SIM di Satlantas Polrestabes Medan yang diduga terjadi secara sistematis.
“Mari kita reset total lembaga kepolisian. Penangkapan aktivis mahasiswa di berbagai daerah, termasuk kader PMKRI di Sulsel, adalah ancaman nyata bagi ruang demokrasi,” pungkas Aldoni Fransiskus Sinaga, Ketua PMKRI Medan.
Aliansi Cipayung Plus Medan membawa tujuh tuntutan utama, di antaranya mendesak Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara untuk segera mencopot Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, serta meminta Komisi III DPR RI melakukan pemeriksaan terhadap kepemimpinan di Polrestabes Medan.
