Jakarta|delidaily.net – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, menegaskan agar Pejabat Administrator BPN tidak sekadar menjadi manajer rutinitas, melainkan arsitek perubahan yang mampu menggerakkan transformasi pelayanan publik hingga ke garis terdepan.
Pesan tegas tersebut disampaikan Wamen Ossy saat memberikan pengarahan secara daring pada ajang Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun 2026 yang diikuti oleh ratusan pejabat BPN dari berbagai daerah, Senin (27/07/2026).
Membawakan materi bertajuk “Memimpin Perubahan, Membangun Institusi yang Dipercaya, Melayani dengan Hati, dan Mempersiapkan Masa Depan Indonesia”, Ossy menggarisbawahi pentingnya peran strategis administrator dalam memastikan pelayanan pertanahan dan tata ruang berjalan cepat, mudah, dan akuntabel.
“Administrator bukanlah manajer rutinitas. Administrator harus menjadi arsitek perubahan di unit-unit kerja yang ada. Kalau administrator tidak bergerak, perubahan hanya akan berhenti di atas kertas. Namun, ketika administrator bergerak, perubahan akan terasa hingga loket pelayanan BPN yang paling depan,” tegas Wamen Ossy.
Tekankan Pentingnya Menjaga Kepercayaan Publik
Dalam arahannya, Wamen ATR/Waka BPN mengingatkan bahwa upaya digitalisasi dan pembenahan sistem di tubuh Kementerian ATR/BPN harus diimbangi dengan penguatan integritas serta budaya kerja SDM yang adaptif dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Ia mengingatkan betapa krusialnya konsistensi dalam menjaga reputasi kelembagaan di mata masyarakat.
“Kepercayaan masyarakat dibangun melalui jutaan pelayanan yang kita berikan setiap hari. Satu pelayanan yang buruk dapat menghapus kepercayaan yang dibangun selama bertahun-tahun,” jelasnya.
Ubah Transformasi Jadi Gerakan Bersama
Ossy berharap seluruh lulusan PKA 2026 dapat kembali ke unit kerjanya masing-masing sebagai agen perubahan (agent of change) yang membawa semangat perbaikan berkelanjutan.
“Saya yakin apabila seluruh administrator pulang dengan tekad menjadi agen perubahan di unit kerjanya masing-masing, maka transformasi Kementerian ATR/BPN bukan lagi sekadar program, melainkan menjadi sebuah gerakan untuk membangun pelayanan publik yang semakin baik, birokrasi yang profesional, memperkuat kepastian hukum pertanahan dan tata ruang, serta ikut membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” tutup Wamen Ossy.
