Belawan – Delidaily.net
Untuk kesekian kalinya minyak CPO milik PT. Sarana Agro Nusantara (SAN) tumpah dan mencemari perairan Pelabuhan Belawan.
Kejadian tersebut menjadi perbincangan keras dari kalangan tokoh Medan Utara Pers (MUP) Syahril Ependi Damanik saat di temui awak media di Hotel Emeral Garden.
Syahril Ependi mengatakan hendaknya pemerintah Pelabuhan Belawan mengambil sikap tegas terhadap pengusaha minyak CPO di areal Pelabuhan Belawan.
Karena menurut tokoh Medan Utara Pers hal ini bukan yang pertama kali terjadi pencemaran CPO di lingkungan laut Pelabuhan Belawan, kami meminta kepada pihak terkait, baik aparat hukum dan Dinas Lingkungan Hidup agar memberikan sangsi tegas terhadap perusahaan pengelola minyak CPO selalu berhati hati dalam melakukan pembongkaran minyak. Ucap Tokoh Medan Utara Pers. Sabtu (21/01/2023).
Tumpahan minyak CPO milik PT. Sarana Agro Nusantara (SAN) diduga akan mencemari ekosistem habitat di perairan laut Pelabuhan Belawan, sehingga berdampak merugikan bagi kalangan nelayan sekala kecil melaut.
PT. Sarana Agro Nusantara (SAN) merupakan perusahaan pengolahan minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit harus bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan di wilayah pelabuhan Belawan.” kata Tokoh tersebut.
Anehnya pihak PT SAN belum berhasil dikonfirmasi, salah seorang Satpam Aidil ditemui dilokasi perusahaan mengatakan pimpinan sedang tidak ada dikantor.
Pewarta : Syahril
