Jakarta|delidaily.net — GP Alwashliyah Kutuk Keras Pembunuhan Aris Sanda oleh KKB, Dukung Pemerintah dan TNI-Polri Bertindak Tegas, Gejolak kejahatan kemanusiaan yang kembali dilancarkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di tanah Papua menuai gelombang kecaman keras dari pemuda Muslim tanah air. Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Alwashliyah secara resmi mengutuk aksi pembunuhan biadab terhadap Aris Sanda, seorang warga sipil yang berprofesi sebagai sopir dan pejuang nafkah keluarga.
Sikap tegas tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PP GP Alwashliyah, H. Aminullah Siagian, dalam konferensi pers yang digelar di Balairung Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
“Hari ini, PP GP Alwashliyah berkumpul dengan rasa duka yang mendalam sekaligus kemarahan yang membuncah atas tragedi kemanusiaan yang kembali terjadi di tanah Papua. Kami berdiri di sini untuk menyatakan sikap tegas terhadap aksi keji yang dilakukan oleh KKB terhadap warga sipil yang tidak bersalah,” ujar Aminullah di hadapan awak media.
Kecam Tindakan Pengecut dan Pelanggaran HAM Berat
Dalam pernyataan sikap resminya, organisasi kepemudaan berbasis Islam ini menggarisbawahi tiga poin kritis terkait insiden berdarah di tanah Cenderawasih tersebut:
Kutukan Atas Aksi Biadab: PP GP Alwashliyah menilai pembunuhan terhadap almarhum Aris Sanda merupakan tindakan pengecut, tidak manusiawi, dan tidak dapat ditoleransi atas alasan apa pun. Perbuatan KKB ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat yang secara nyata merenggut hak hidup masyarakat sipil.
Dukungan Tanpa Kompromi untuk TNI-Polri: Aminullah menyatakan dukungan penuh kepada Pemerintah Republik Indonesia, Panglima TNI, dan Kapolri untuk mengambil langkah hukum serta operasional secara tegas. Aparat keamanan didesak untuk tidak memberikan ruang gerak sedikit pun bagi kelompok teror tersebut, serta menangkap para pelaku hingga tuntas.
Aksi Nyata Kemanusiaan: Tidak berhenti pada retorika politik atau kecaman di atas kertas, PP GP Alwashliyah langsung menyalurkan bantuan tunai senilai Rp20.000.000 (dua puluh juta rupiah) yang ditransfer langsung ke rekening pribadi istri almarhum Aris Sanda.
Komitmen Menyokong Keluarga Korban
H. Aminullah mengakui bahwa bantuan materiil tersebut tidak akan pernah bisa menggantikan kehadiran sosok almarhum sebagai kepala keluarga. Namun, aksi ini diniatkan sebagai bantalan ekonomi darurat guna meringankan beban ketahanan keluarga yang ditinggalkan dalam melewati fase kritis pascatragedi.
“Rekan-rekan sekalian, ini adalah komitmen kemanusiaan Pemuda Alwashliyah untuk selalu hadir bagi masyarakat yang tertindas,” tegas Aminullah.
Di penghujung konferensi pers, PP GP Alwashliyah menyerukan kepada seluruh kader Alwashliyah di seluruh pelosok Indonesia beserta seluruh elemen masyarakat untuk memanjatkan doa bersama. Doa ditujukan bagi almarhum Aris Sanda agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta bagi keluarga yang ditinggalkan agar dianugerahi ketabahan.
“Nashrun Minallahi Wa Fathun Qarib, Wabasysyiril Mu’minin,” tutup Aminullah menegaskan garis perjuangan organisasinya.
