Kanal

Network

Logo DelidailyPenting Dibaca Mudah Dicerna
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Delidaily Facebook
Delidaily Twitter
Delidaily Instagram
Delidaily YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2026 Delidaily
Allright Reserved

Fitnah Ditebar, Indikasi Upaya Lemahkan Kinerja Institusi dan Berharap Polri Bubar

Oleh
Senin, 7 November 2022 - 04:48 WIB

Medan – Delidaily.net

Badai yang menerpa institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sepertinya hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Pasca terungkapnya kasus pembunuhan yang melibatkan Ferdy Sambo seorang mantan jenderal bintang dua dan menyeret puluhan polisi lainnya, serta kasus narkoba yang kini menjerat mantan Kapolda Sumbar Irjen Teddy Minahasa, Polri yang kini dalam kondisi ‘babak belur’ masih harus terus menghadapi berbagai serangan.

Ironisnya, tidak sebatas dari eksternal, serangan itu juga sangat masif dari internal. Tak ubahnya menjadi sebuah aksi balas dendam antar para pejabat Polri yang belum ikhlas terhadap sanksi perbuatan pidana yang mereka lakukan.

Lewat pengaruh mereka yang masih kuat di Polri, berbagai serangan terus dilancarkan, termasuk lewat berbagai fitnah asal terlampiaskan membuka kepada rakyat bahwa semua petinggi Polri memiliki dosa.

Teranyar adalah kasus testimoni tudingan adanya praktik suap dibalik bisnis tambang ilegal yang dilakukan mantan bintara polisi Ismail Bolong. Belakangan Ismail justru mengklarifikasi pernyataannya dan mengungkapkan bahwa testimoni itu fitnah.

Parahnya, ia mengaku terpaksa melakukan kebohongan itu karena ditekan Hendra Kurniawan, mantan Karo Paminal Polri berpangkat Brigadir Jenderal yang baru dipecat tidak dengan hormat terkait kasus Obstruction of Justice pembunuhan Brigadir Yosua Tampubolon dikediaman Ferdy Sambo.

Fenomena apa yang terjadi dibalik saling serang dan tebar fitnah di tubuh Polri ini?

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Forum Masyarakat Pemantau Negara (DPN Formapera), Teuku Yudhistira mengungkapkan, sudah diprediksi sejak awal, bahwa hal-hal seperti ini rentan terjadi ketika skenario Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan Yosua gagal dan tidak mendapat dukungan dari institusi.

Terlihat, dengan kekuatannya yang masih besar di Polri, Ferdy Sambo atau pun jenderal-jenderal dijajarannya seperti Hendra Kurniawan, jelas masih memiliki loyalis yang dengan mudah melakukan hal tersebut.

“Bagaimana pun juga Polri dalam posisi ambivalen. Dia dibutuhkan tapi sekaligus tidak disukai. Tentu ini karena tingkah oknum-oknum didalamnya yang tak pernah patuh dan benar-benar menanamkan Tri Brata didalam sanubarinya. Kapolri menjadi dalam posisi dilematis,” tegas Yudhistira dalam rilis tertulisnya di Medan, Senin (7/11/2022).

Pria yang akrab disapa Yudis ini juga menilai, sadar atau tidak sadar, ada upaya-upaya pihak tertentu baik di internal atau eksternal yang menginginkan Polri bisa dikendalikan sesuai kemauan atau bertujuan untuk membubarkan institusi.

“Institusi Polri ini ibaratnya sebuah arena pertarungan pihak tertentu yang ingin mengendalikannya sesuai kemauan atau sekalian dibubarkan jika masih ada anggota yang berusaha mempertahankan kemurnian Polri seperti yang termaktub di dalam Tri Brata,” ucapnya.

Yudis juga mensinyalir keterlibatan para senior di Polri yang sudah pensiun masih berupaya mencari keuntungan dalam kisruh tersebut.

“Dan itu cukup banyak. Sehingga tak heran situasi ini memunculkan bahwa banyak faksi dengan misi masing-masing yang berupaya menguasai Polri dengan cara apapun,” tandasnya.

*Polri Ditelanjangi*

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi ini juga sangat menyayangkan, karena perang antar faksi itu malah membuat Polri ‘ditelanjangi’ dan bulat-bulat difitnah terus menerus.

“Yang membuat kita tidak habis pikir adalah testimoni Ismail Bolong, seorang mantan Bintara Polri tetapi tak lama setelah itu dia mengklarifikasi sendiri pernyataannya bahwa tuduhannya itu tidak benar dan dia ngaku berbuat demikian karena ditekan Brigjen Hendra yang kita tau sepanjang karirnya di Polri terus menerus berposisi di Propam Mabes. Sesuatu keanehan sekaligus nekad yang bodoh karena terlalu mudah menyerang terus langsung minta maaf. Ini enomena yang luar biasa namun justru digunakan menjadi layaknya seperti sesuatu bukti hukum,” kecamnya.

Hal lain yang membuat Yudis heran dan tak habis pikir kenapa produk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Ropaminal Mabes Polri bisa keluar ke publik.

“Kalau tidak ada keterlibatan orang dalam tentu tidak mungkin kebocoran LHP itu terjadi. Mengacu kepada pengakuan Ismail Bolong, sangat masuk akal kalau antek-antek Hendra Kurniawan terlibat, apalagi dia sudah 13 tahun di menjabat di Prompam,” tukasnya.

Yudis juga sangat menyayangkan sikap Kaduv Propam Irjen Syahardiantono yang dipercaya Kapolri untuk membenahi internal terkesan ‘tutup mata’.

“Ini juga patut dipertanyakan, apa Kadiv Propam tidak bisa meredam dan tidak tahu produk yang menjadi produk rahasia internalnya bisa muncul ke permukaan dengan sangat gamblanf. Jangan sampai ada anggapan bahwa pengaruh Irjen Syahardiantono kalah terhadap antek-antek Hendra atau Sambo di dalam Propam. Atau memang pejabat Kadiv Propam ikut bermain untuk mengobok-obok Polri demi mengguncang kinerja Kapolri? Sebagai langkah yang sangat tepat tentu sudah seharusnya Kapolri sesegera bertindak, jangan malah dibiarkan. Kalau memang berniat membenahi Polri maka harus dibenahi dengan cara yang tepat dan benar,” bebernya.

Yudis juga berharap Indonesia Police Watch (IPW) sebagai lembaga yang turut menjadi kontrol sosial bisa lebih cerdas bijak menyikapi permasalahan ini.

“Sebaliknya IPW ikut membantu Kapolri tuntaskan kerusakan Polri. Karena sudah kerap terbukti bahwa dengan hanya dengan model menyerang, mendiskreditkan tanpa ada solusi tentu Kapolri tidak bisa dengan lebih baik membenahinya ke depan. Jangan karena langkah-langkah IPW membuat Kapolri jadi bermain ilmu selamat personal. Polri ini kan satu kesatuan, bukan sebatas milik Jenderal Listyo Sigit. Artinya Kapolri juga ikut berperan, jangan seolah-olah ikut menikmatinya dan berupaya mau dapat untung dari konflik yang ada ini,” pungkasnya.

Rilis Resmi DPN Formapera
Senin, 7 November 2022.

Comments are closed.

BERITA LAINNYA

Desak Pengusutan Tuntas, PB ALAMP AKSI Masukkan Dumas Kasus PT Inalum ke Kejati Sumut

Medan|delidaily.net – Pengurus Besar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi (PB ALAMP AKSI) kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara

| 4 hari lalu

30 Hari Pasca-Geledah Rumah Plt Gubernur Riau: KPK Bungkam, GEMARI Jakarta Curigai Ada Anomali Hukum

Jakarta|delidaily.net – Sudah satu bulan berlalu sejak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah dinas dan rumah pribadi Pelaksana

| 2 minggu lalu

GEMARI Jakarta Tuding KPK Tebang Pilih dalam Kasus Plt Gubernur Riau SF Hariyanto

Jakarta|delidaily.net -Gerakan Mahasiswa Riau Jakarta (GEMARI Jakarta) melayangkan kritik tajam terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait penanganan perkara yang melibatkan

| 2 minggu lalu

HMI Cabang (P) Gunungsitoli-Nias Tegas Menolak Wacana Pilkada Melalui DPRD

Gunungsitoli|delidaily.net – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang (P) Gunungsitoli-Nias menyatakan sikap tegas menolak wacana pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui

| 2 minggu lalu

PB Al Washliyah Tunjuk Dedi Iskandar Batubara sebagai Plt Rektor Univa Labuhanbatu

Medan|delidaily.net – Pengurus Besar (PB) Al Jam’iyatul Washliyah secara resmi menunjuk Dr. H. Dedi Iskandar Batubara, S.Sos., S.H., M.S.P., selaku

| 4 bulan lalu

GPA Sumut Gelar Rakor, Persiapan Jambore Nasional Kepemudaan Peringati Sumpah Pemuda

Medan|delidaily.net – Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Sumatera Utara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Jambore Nasional Pemuda Al Washliyah. Rakor

| 4 bulan lalu

Pemko Medan Dukung GP Al-Wasliyah Kota Medan Kembangkan UMKM dan Latih Keterampilan Pemuda

Medan|delidaily.net – Pemerintah Kota (Pemko) Medan berkomitmen bersinergi dengan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Al-Wasliyah (GP Al-Wasliyah) Medan untuk mengembangkan UMKM

| 5 bulan lalu

Direktorat Jenderal Dukcapi Apresiasi Deli Serdang Raih 100% Rekam KTP Elektronik

Deli Serdang|delidaily.net – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Deli Serdang

| 6 bulan lalu

Konflik Internal Memanas, Sekretaris PW IPA Sumut: ‘Saya Mundur demi Organisasi

Medan, 11 Juli 2025 – Sekretaris Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumatera Utara, Ahmad Irham Tajhi, secara resmi

| 7 bulan lalu

Kepala Desa Teluk Piai Santuni Anak Yatim Sambut 1 Muharram 1447 H dengan Penuh Khidmat

Labuhanbatu Utara|delidaily.net – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Kepala Desa Teluk Piai, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten

| 7 bulan lalu
Logo DelidailyPenting Dibaca Mudah Dicerna

TERKONEKSI BERSAMA KAMI

Delidaily Facebook
Delidaily Twitter
Delidaily Instagram
Delidaily YouTube
Copyright © 2026 Delidaily
Allright Reserved
CONTACT US

PT. Deli Cyber Corp,
Jl. Paya Pasir No.24
Tanjungmorawa 20362
Telp: 0811612375