Medan|delidaily.net – Di balik seragam loreng dan disiplin militer yang ketat, seorang prajurit TNI membuktikan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an dan seni rupa Islami tetap bisa tumbuh subur. Prada Ahmad Qeis, personel Batalyon TP 952/Imam Bulqin, mencuri perhatian publik saat tampil dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-59 Tingkat Kota Medan tahun 2026.
Perhelatan yang berlangsung pada 11–18 April 2026 di Jalan Gatot Subroto, Medan Sunggal ini menjadi panggung bagi Prada Qeis untuk menunjukkan kebolehannya. Bukan di bidang ketangkasan fisik, melainkan pada cabang Kaligrafi golongan Khat Naskah putra—sebuah kompetisi yang menuntut ketelitian tinggi, kesabaran, dan penguasaan proporsi huruf mushaf yang sempurna.
Kehadiran sosok prajurit di meja kaligrafi ini tidak lepas dari dukungan penuh komandannya. Komandan Batalyon TP 952/Imam Bulqin, Letkol Inf. Andy Supartono, S.S.T.Han., S.I.P., memberikan izin serta apresiasi khusus bagi anggotanya untuk mengembangkan potensi religius tersebut.
“Terima kasih kepada Komandan Batalyon, Letkol Inf. Andy Supartono, yang telah mendukung dan mengapresiasi keikutsertaan saya dalam MTQ Kota Medan tahun ini,” ujar Prada Ahmad Qeis saat ditemui di sela-sela perlombaan, Jumat (17/4/2026).
Prajurit Sekaligus Santri
Meski aktif sebagai prajurit TNI, Prada Qeis ternyata tetap menjaga jati dirinya sebagai seorang santri. Ia tercatat sebagai santri aktif di Pondok Pesantren Kaligrafi Annida di bawah bimbingan Ustadz Febi Rahmadi Lubis.
Latar belakang pesantren inilah yang membentuk kemampuannya dalam merangkai huruf-huruf hijaiyah menjadi karya seni rupa yang indah. Ia juga memuji peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Medan yang dipimpin oleh H. Damri Tambunan, S.H.I., M.Pd., dalam melakukan pembinaan sistematis terhadap para peserta.
“Ini adalah bentuk keberhasilan LPTQ Kota Medan dalam membentuk karakter peserta yang memiliki jati diri dan berakhlakul karimah,” imbuhnya.
Pesan Inspiratif
Hingga kini, proses penilaian oleh dewan juri masih berlangsung dan hasilnya akan diumumkan pada malam penutupan, Sabtu (18/4). Partisipasi Prada Ahmad Qeis menjadi pesan kuat bagi generasi muda bahwa profesi militer tidak menjadi penghalang untuk mendalami seni spiritual.
Langkah Prada Qeis menjadi bukti nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam memajukan syiar Islam melalui seni. Prestasi ini diharapkan mampu menginspirasi aparatur negara lainnya untuk tetap mengasah bakat dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan beragama di Indonesia.
