Kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (01/05/2026), menjadi tonggak sejarah baru dalam hubungan pemerintah dan kaum pekerja. Langkah Kepala Negara ini menuai apresiasi tinggi dari Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Al Washliyah yang menilai kunjungan tersebut sebagai penghormatan tertinggi terhadap kontribusi buruh bagi bangsa.
Presiden hadir didampingi tokoh-tokoh kunci, antara lain Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Wujud Kepedulian Strategis Pemerintah
Ketua Umum PP GP Al Washliyah, Aminullah Siagian, menyatakan bahwa keberadaan Presiden di tengah lautan manusia di Monas bukan sekadar seremonial, melainkan sinyal kuat komitmen pemerintah dalam menjamin hak dan kesejahteraan pekerja.
“Ini adalah langkah yang luar biasa. Kehadiran beliau menjadi bukti nyata bahwa pemerintah benar-benar memperhatikan nasib dan menjamin hak-hak seluruh pekerja di Indonesia. Ini merupakan wujud penghormatan tertinggi pimpinan negara terhadap sumbangan kaum pekerja dalam membangun kemajuan bangsa,” tegas Aminullah dalam rilis resminya, Sabtu (02/05/2026).
Menurut Aminullah, kehadiran Presiden Prabowo di tengah ratusan ribu buruh dari berbagai wilayah Indonesia telah memperkuat ikatan persaudaraan dan mengokohkan rasa percaya masyarakat terhadap institusi negara.
Apresiasi terhadap Keamanan dan Ketertiban
Selain menyoroti kehadiran Presiden, GP Al Washliyah juga memberikan pujian kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas keberhasilan mengawal massa yang mencapai ratusan ribu orang dengan pendekatan yang humanis.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras Kapolri dan seluruh jajaran. Mereka berhasil menjaga suasana tetap aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan keamanan sedikit pun. Ini membuktikan kehandalan aparat dalam melayani masyarakat sekaligus menjaga citra kedamaian di tengah keramaian,” tambahnya.
Harapan Kebijakan yang Pro-Rakyat
Peringatan May Day 2026 di Monas ini dinilai menjadi momentum persatuan nasional. Penampilan panggung yang sarat pesan persaudaraan serta keteraturan peserta dari berbagai serikat buruh menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Di akhir pernyataannya, Aminullah berharap semangat kepedulian yang ditunjukkan Presiden dapat segera ditransformasikan menjadi kebijakan nyata yang berpihak pada kepentingan rakyat luas. GP Al Washliyah mendorong agar pemerintah terus memprioritaskan perlindungan bagi kaum pekerja dan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih dari negara guna mewujudkan kehidupan yang layak bagi seluruh rakyat Indonesia.
