Medan|delidaily.net – Rektor Universitas Alwashliyah Medan, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, menghadiri acara wisuda Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al Washliyah sebagai anggota senat pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan tinggi serta penguatan hubungan kelembagaan antarkampus di Sumatera Utara.
Prosesi wisuda berlangsung di Selecta Convention Hall, Jalan Listrik No. 2, Kelurahan Petisah Tengah, Kota Medan. Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan menjadi momentum penting bagi para lulusan yang telah menyelesaikan perjalanan akademik mereka.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis hadir sebagai anggota senat dalam prosesi wisuda. Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Alwashliyah Medan, Yumira Simamora, M.Pd., turut menghadiri kegiatan tersebut sebagai undangan sekaligus mewakili Rektor Universitas Alwashliyah Medan.
Kehadiran pimpinan Universitas Alwashliyah Medan dalam kegiatan akademik tersebut mencerminkan pentingnya membangun komunikasi, silaturahmi, dan sinergi di antara institusi pendidikan tinggi, khususnya dalam mendorong kemajuan pendidikan Islam dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam pandangan Prof. Dr. Saiful Akhyar Lubis, wisuda bukan sekadar seremoni akademik atau penanda berakhirnya masa studi, melainkan awal dari tanggung jawab baru bagi setiap lulusan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menilai, para alumni perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan zaman. Karena itu, lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga integritas, karakter, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Para wisudawan harus mampu menjadikan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan sebagai bekal untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Gelar akademik bukanlah akhir dari proses belajar, tetapi menjadi awal untuk terus berkembang, berkarya, dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” demikian rancangan pesan yang disampaikan Prof. Saiful Akhyar dalam momentum tersebut.
Ia juga berharap para alumni senantiasa menjaga nama baik almamater, meningkatkan kompetensi, serta membangun jejaring profesional yang dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan institusi pendidikan tinggi.
Menurutnya, kemajuan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari keberhasilan meluluskan mahasiswa, tetapi juga dari kualitas, integritas, dan kontribusi para alumninya setelah menyelesaikan pendidikan.
Sementara itu, Wakil Rektor I Universitas Alwashliyah Medan, Yumira Simamora, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan wisuda UMN yang berjalan lancar dan khidmat.
Ia menilai, keberhasilan penyelenggaraan wisuda merupakan hasil dari persiapan, koordinasi, dan kerja sama seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pimpinan universitas, senat, panitia, dosen, tenaga kependidikan hingga pihak-pihak pendukung lainnya.
“Atas nama Universitas Alwashliyah Medan, kami menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan wisuda ini. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik dan khidmat, serta menjadi momentum kebahagiaan dan kebanggaan bagi para wisudawan, orang tua, dan keluarga,” demikian rancangan pernyataan Yumira Simamora.
Ia juga berharap para lulusan UMN dapat mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh, terus meningkatkan kapasitas diri, serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, dunia kerja, dan pembangunan bangsa.
Lebih lanjut, Yumira menilai bahwa hubungan baik ant perguruan tinggi perlu terus dirawat melalui komunikasi dan berbagai bentuk kolaborasi akademik. Sinergi tersebut penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang semakin berkualitas, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kehadiran Rektor dan Wakil Rektor I Universitas Alwashliyah Medan dalam wisuda UMN ini diharapkan semakin mempererat hubungan kelembagaan serta memperkuat semangat bersama dalam memajukan pendidikan tinggi.
Momentum wisuda tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi harus dilanjutkan dengan karya, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
