delidaily.net – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menggelar kegiatan Feedback (Umpan Balik) Pemetaan Kompetensi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Rabu (19/08/2026). Langkah ini dilakukan untuk memetakan kekuatan serta menutup kesenjangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di lingkungan kementerian.
Seluruh data penilaian kompetensi yang diambil sejak Pelatihan Dasar (Latsar) PNS 2025 kini telah terintegrasi ke dalam Sistem Informasi Kompetensi (SINTEN).
Melalui sesi umpan balik ini, para pegawai mengikuti sesi tatap muka (one on one) bersama asesor aparatur untuk menyusun Individual Development Plan (IDP). Sebanyak 18 pegawai mengikuti sesi asesmen pada Rabu (19/08/2026), sementara 13 pegawai sisanya dijadwalkan mengikuti asesmen pada Kamis (20/08/2026).
Kepala Pusat Penilaian Kompetensi Badan Pengembangan SDM (BPSDM) ATR/BPN, Heri Mulianto, menjelaskan bahwa sesi ini penting agar pegawai dapat mengetahui secara objektif kondisi kompetensi manajerial, sosial kultural, maupun teknis.
“Sesi Feedback ini menjadi momentum yang baik untuk arah pengembangan ke depan Bapak/Ibu seperti apa. Bapak/Ibu juga dapat mengetahui kompetensinya seperti apa, baik kompetensi manajerial, sosial kultural, maupun aspek teknis, termasuk di mana kekurangannya. Jadi bukan hanya melihat kondisi kita saat ini, tetapi juga apa yang akan kita tuju,” terang Heri Mulianto.
Menyokong Transformasi Organisasi Berbasis Wilayah
Sementara itu, Kepala Biro SDM Kementerian ATR/BPN, Budi Santosa, mengungkapkan bahwa pemetaan kompetensi ini sangat vital untuk mendukung skema Organisasi Berbasis Wilayah yang baru diluncurkan di Kantah Kota Administrasi Jakarta Barat pada 17 Agustus 2026 lalu.
Perubahan struktur birokrasi pertanahan tersebut menuntut penataan ulang kebutuhan jabatan, di mana Kepala Seksi (Kasi) di tingkat Kantah kini dibagi ke dalam enam wilayah kecamatan atau kelurahan sesuai tipologi masing-masing daerah.
“Ini jadinya Kepala Seksi di Kantah terbagi ke dalam 6 wilayah sesuai kapasitas dari Kantah masing-masing. Ini bisa menjadi momentum dalam mempersiapkan kebutuhan tersebut melalui penilaian kompetensi pegawai ini,” pungkas Budi Santosa.
Melalui pemetaan berkala ini, Kementerian ATR/BPN optimistis dapat mencetak aparatur sipil negara yang profesional, kompeten, dan siap mengakselerasi transformasi pelayanan pertanahan di seluruh wilayah Indonesia.
